Tuesday, September 8, 2009

Gampang bikin Story Board


Dua hari lalu saya sempat 'rame' dengan anak pertama saya yang lagi heboh musti ngedit tugas filmnya, masalahnya sederhana....story board! ceritanya dia mau minta tolong ayahnya untuk bantu ngedit filmnya, tapi waktu ditanya story board dan story line-nya mana?...jawabnya 'ga ada'.... loohhh koq bisa??? so tulisan saya kali ini, saya dedikasikan khusus untuk teman-teman kecil dan para abg yang mau bikin film tapi bingung bikin story board :)


'Story board' bagi yang sudah nyemplung di dunia film,iklan,broadcast,atau design,pasti sudah ga asing dengan kata yang satu itu. Dua..tiga tahun yang lalu, saya juga sempat dibikin ribet anak-anak sd yang ikutan workshop bikin film dan adik-adik sma yang minta tolong dbuatkan contoh story board untuk school profile-nya.
Sebenarnya apa sih story board itu? kalau mau ditranslate..ya artinya 'papan cerita' atau gampangnya, rangka cerita yang akan dijadikan panduan pada saat kita membuat film atau iklan atau design multimedia. Di dalam story board itu, kita akan menggambar setting tempat, obyek shooting, adegan saat shooting, nomer urutan scene, script dialog, narasi, visual efek yang akan digunakan, back sound yang akan digunakan dan beberapa informasi lainnya yang nantinya dibutuhkan pada saat proses pengeditan. Sedangkan kalau di dunia advertising/periklanan, story board biasanya jadi pegangan para account executive (AE) pada saat presentasi iklan dengan klien. Bahkan untuk film kartun atau design multimedia, kita juga membutuhkan story board sebagai panduan kreasi supaya tidak melenceng kemana-mana.
Story board biasanya kita buat setelah ada konsep dan story line dari film yang akan kita buat.

Alasan utama yang sering saya dengar biasanya...'ahh bingung,mulainya darimana? atau 'susah ah ga bisa nggambar! atau 'males ah..ribet!
Weleh..weleh..asal tahu aja ya..tanpa gambar yang bagus, asal jelas lay out, setting dan blocking aja udah cukup koq untuk sebuah story board...yang penting semua unsur dalam satu scene bisa diarsipkan dengan baik, untuk memudahkan para editor pada saat mengedit film. Mungkin kalau si editor juga merangkap tugas sebagai sutradara, dia bisa saja inget semua unsur yang akan digunakan pada saat proses pengeditan, tapi dari pengalaman saya sendiri siyy...peran story board sangat penting, karena pada saat proses pengeditan, kita seringkali lupa dengan unsur-unsur pendukung yang ingin kita masukkan dalam satu scene tersebut ;p
Tapii..kadangkala yang namanya ide kreatif..kan sering juga tuh muncul tanpa diduga, kalau hal ini terjadi saat proses pengeditan, selama tidak mengubah konsep dasar dan bisa membuat hasil akhir lebih oke...sah-sah saja kalau kita mau menambah ide baru tersebut kedalam pengeditan,yang penting jangan lupa diarsipkan juga di story board ya...
Naahh...gampang kan bikin story board?..iya dong :) Jadi..kalo mau bikin film, mau panjang kek atau pendek kek...jangan males bikin story board yaa :)


To Amanda, makasih ya gambarnya aq pake niyy.. ;)





1 comment:

Supra's said...

dibrikan contoh beberapa scene gitu bos biar lebih jelas gt....
makasih